Jadi, beberapa hari yang lalu ada seorang kenalan berkeluh kesah denganku tentang "pernikahan" dikarenakan dia akan segera menikah ditahun ini. "Aku kesal Kak, karena dia menuntut harus menikah seperti pernikahan milenial, yang menggunakan Wedding Organizer ternama, atau menggunakan rancangan gaun pernikahan yang terkenal. Sedangkan biaya untuk pernikahan sekarang cukup menguras tabungan, Kak. Aku sudah memberikannya pengertian, untuk apa terlalu mewah pesta sehari sedangkan dikemudian hari kita tersiksa karena tidak punya tabungan lagi. Belum lagi sinamotnya harus angka yang dia minta karena jabatan orangtuanya" curahan hatinya kala itu. Bagi orang bersuku Batak Toba, sinamot adalah mahar. Terkadang beberapa keluarga yang merasa memiliki jabatan tinggi ketika menikahkan putrinya meminta mahar yang lumayan fantastis. Jika kamu sanggup sih, why not ? Tak jarang ada yang batal menikah dikarenakan tidak ditemukannya kesepakatan dalam menentukan harga sinamo...
Putri pertama yang sekaligus adalah seorang kakak untuk satu saudara lelakiku. Kini seorang istri dan juga ibu dari seorang putra dan putri yang sebagian waktunya didedikasikan untuk menjadi seorang karyawati di salah satu perusahaan. Memiliki kegemaran membaca tetapi juga ingin sekali membuat buku. Membuat blog adalah sarana untukku membagikan isi hatiku sendiri atau terkadang pengalaman orang lain yang menurutku sangat bermanfaat.