Skip to main content

Hamil Muda

I'm pregnant!
Everybody know it finally, puji Tuhan.
So, here I am to tell you how 'bout my First Trimester.

Setiap ibu hamil itu pasti berbeda-beda ya kisah kehamilannya, bahkan sampai persalinannya.
Kisah hidupnya juga berbeda-beda.

Puji Tuhan baru ta'u hamil diusia kandungan 5 minggu.
Dan puji Tuhan nya lagi, "flek" pun menjadi bagian dari kisah kehamilanku.

Flek itu bahaya atau tidak sih?
Banyak ibu-ibu yang sudah sampai melahirkan bahkan anak-anaknya juga sudah besar-besar yang mengalami ini membagikan pengalamannya padaku.

"Jangan panik, jangan stres. Itu hal yang biasa untuk trimester pertama kehamilan." kata salah satu ibu tetangga yang datang berkunjung ke rumah sakit.

Yes, aku sampai dirawat dirumah sakit loh.
Kenapa? Apa separah itu?

Malam itu, hari Rabu tanggal 9 Januari 2019, kondisi sedang asiknya tidur, tiba-tiba tersentak bangun dan mendapati celana tidur sudah bersimbah darah, tapi darahnya kenapa bewarna hitam ?
Untung ketika itu Mama sedang menjengukku di Bukittinggi, jadi langsung saja menghampiri Mama yang hendak bergegas tidur, waktu itu pukul 11 malam.

"Ada keluar gumpalan kah?" tanya Mama biasa saja menurutku.
"Gak Ma, cuma warna darahnya hitam." kataku menjelaskan sambil menangis ketakutan.
"Ooh, tak apa itu biasa, pembersihan rahim, tak apa yang penting tidak ada gumpalan keluar. Tidurlah, jangan nangis, jangan stres, kasihan nanti janinmu." kata Mama menenangkan.

Aku pun kembali ke kamar menjelaskan ke suami apa yang disampaikan Mama, dan memutuskan besok untuk kontrol ke dokter kandungan.

Keesokan harinya ijin ke kantor untuk tidak masuk kantor dan untungnya jadwal dokter kandunganku dipagi hari.
Kar'na suami sedang bertugas juga, jadilah ke rumah sakit ditemani Mama dan Bapak.

Puji Tuhan, kandunganku sehat-sehat semuanya, dan puji Tuhan, aku hamil KEMBAR.
"What! Kok bisa? Ada turunan ya?" semua langsung bertanya begitu.
Ya ada dari keluarga Mama.
Opung Doli (Kakek) dari Mama banyak keturunan kembar, dan puji Tuhannya lagi istri abang sepupu (dari keluarga Mama juga) sedang hamil dan kembar juga.

Dokter pun menyarankan untuk bed-rest total mengingat ini kehamilan pertama dan janinnya juga belum terlalu kuat.
Jadilah kita bedrest sampai hari Minggu hanya tiduran dikasur.
Jalan hanya ke toilet atau mau minum atau makan.

Hari Senin pun berusaha untuk masih kantor, melihat kondisi di hari Minggu flek sudah tidak keluar lagi.
Tapi tiba-tiba kenapa jadi lebih banyak?
Buru-buru langsung ke dokter sore itu juga.
Dokter pun memarahi kar'na aku yang tidak sabaran dan terlalu aktif.
Dokter menganjurkan untukku dirawat di rumah sakit saja, dan hari itu juga langsung dibuatkan surat rujukan ke IGD.

Panik! Mana suami juga sedang persiapan tes untuk melanjutkan pendidikan.
Oh Tuhan, cobaan ini. Harus kuat!

Kita pun menelepon Mama, Bapak dan adek yang padahal Senin paginya sudah kembali ke Medan, untuk kembali lagi ke Bukittinggi menemaniku dirumah sakit.

How's my feeling?
Campur aduk.
Khawatir kar'na takut janin kenapa-kenapa, tetapi harus tetap mendukung suami yang sedang berjuang juga untuk kesejahteraan keluarga pastinya.
Harus berusaha tegar dan kuat, dan berjanji ke suami untuk menjaga kedua buah hati kami tetap sehat-sehat.

Mual muntah kah di Trimester Pertama ini ?
Mual pasti ada, apalagi kalau sudah mencium sesuatu tapi tidak disukai.
Muntah? Duh jarang bahkan hampir tidak pernah.
Tapi semua kejadian ini ampuh membuatku turun 5 kg drastis.
Aku susah makan, kar'na cium bahkan hanya melihat nasi saja muntah.
Makan yang diterima hanya perkedel kentang atau ikan teri atau bisa juga ikan asin.
Ayam goreng juga suka, dan sayur bayam atau kuah sup, iya hanya itu.

Akhirnya setelah masuk ke IGD rumah sakit, dokter pun kembali USG dan menjelaskan bahwa janinku keduanya sehat dan memang harus bedrest total sampai flek berhenti.
Makan, minum, buang air besar / kecil, mandi, semua dilakukan ditempat tidur.
Jangan stres, jangan nangis, jangan cemas, kar'na itu mempengaruhi flek juga.

Apalagi ternyata sekujur tubuhku dipenuhi bintik-bintik gatal seperti alergi, jadi setiap kali menggaruk akan memicu kontraksi dan itulah yang menjadikan flek.

Tapi sebenarnya untuk kehamilan kembar bahkan kehamilan tunggal sekalipun, flek adalah hal yang normal, itu salah satu tanda bagi sebagian wanita hamil adanya perubahan dan pergerakan di rahim.
Perawat-perawat disana juga sangat memberikan dukungan positif bahwa banyak wanita yang mengalami flek, bayinya sehat-sehat saja bahkan sampai lahiran dan sekarang anaknya sudah besar.

Mama pun akhirnya menemaniku dirumah sakit hampir seminggu.
Iya hampir seminggu, sebenarnya sih 4 hari flek, dan 3 hari terakhir sudah tidak lagi, tapi lebih memantapkan diri.

Yiay akhirnya dokter ku pun visit dan memantapkanku untuk bisa istirahat lagi dirumah seminggu lagi, dan menjadwalkan untuk kontrol selanjutnya 2 minggu lagi.

Selama keadaan dirumah sakit, Mama selalu meyakinkan ku untuk berpikiran positif demi anak-anakku, kar'na itu sangat mempengaruhi keadaan.
Mama juga memaksa sih secara tidak langsung untukku mulai belajar sadar bahwa sedang hamil.
"Semuanya itu harus slow motion dek, jangan grasak grusuk, pelan-pelan" kata Mama.

Mama juga memastikanku untuk makan teratur, harus mau makan nasi dan minum susu.
Entah kenapa kesabaran Mama berbuah hasil yang baik di aku.
Aku mulai mau makan nasi dan minum susu.
Sudah dianjurkan dokter pula untuk mulai berjalan perlahan mengingat kita juga perlu pergerakan.
Banyak minum air putih pastinya.

Selama dirumah sakit dan bahkan sudah dirawat dirumah pun, Inang Mertua sangat khawatir dan perhatian.
Beliau bahkan sampai menangis kar'na takut aku dan kandunganku mengalami hal yang tidak diinginkan.
Beliau selalu mengirimkan makanan yang sedang kuinginkan, dan mengirimkan sayur-mayur atau ikan atau daging untuk Mama yang tidak sempat ke pasar untuk berbelanja.

Mama cukup sabar menemaniku, apalagi untuk diusianya masih merawat anaknya ini, memandikan, meyuapi makan, bahkan memandikan.
Pernah sewaktu memandikanku, bertanya ke Mama,
"Ma, kalau mandikan aku begini, Mama ingat waktu mandikan kami masih kecil gak?" tanyaku tersenyum sambil diguyur mandi sama Mama.
"Iyalah, ingat Mama mandikan kalian, ke kamar mandi pun Mama temani" kata Mama senyum-senyum.

Yes, how lucky I am to have them in my life.
Sangat bersyukurnya aku untuk setiap kebaikan yang kudapatkan.
Rejeki anak ini ternyata ya namanya, dikelilingi orang-orang yang baik dan perhatian.
Sehat-sehat dan sempurna untuk calon anak-anakku dan aku sendiri.

Jadi, itulah kisahku di Trimester Pertama kehamilanku ini.

Mengingat suami juga sedang berjuang disana, terkadang ada perasaan sedih,
"gimana nanti aku melewati ini semuanya sendirian kalau Mama dan Bapak balik ke Medan? Mertua juga keduanya kerja, aku sendiri."

Banyak sekali hal-hal yang membuatku untuk khawatir.
Tetapi banyak pula hal-hal yang membuatku untuk tetap semangat, apalagi untuk si kembar segala kebaikan harus kulakukan.

Seminggu setelah dirawat dirumah pun aku berusaha untuk masuk kerja.
Ke kantor harus pesan Go Car kar'na belum boleh bawa mobil sendiri, atau naik motor juga belum terlalu berani.
Siang hari Mama harus antarkan bekal makan siangku, kar'na mengingat sekarang yang harus diberi makan ada 3 orang loh.
Pulang kantor juga dijemput sama Mama dan saudara sepupu suami.

Terkadang juga suka lapar tengah malam.
Entahlah, tapi nafsunya hanya makan nasi dan ikan asin atau ikan teri atau ayam goreng dan sayur bayam.
Simple!

Sangat bersyukur ada Mama disini menemani.
Entahlah bagaimana nanti kalau Mama balik ke Medan.
Tapi kembali lagi, terkadang Mama suka mengingatkan bahwa dulu dia pun tanpa adanya orangtuanya atau bahkan mertuanya ketika hamil anak-anaknya.
Belajar mandiri.
Mungkin ini salah satu jalan menjadi ibu tangguh.
Ah jadi baper kan!
But, how really lucky I am to have my family in my life.

Can't wait for my another stories.


"Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku." -  Mazmur 118:2

- Ryen Chrismery

Comments